Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perencanaan Keuangan Keluarga

Strategi Belanja Bulanan

Gambar
Source gambar:  ini Assalamualaikum wr wb Apa kabar pembaca blog ibunarafdan? Semoga senantiasa dalam keadaan sehat wal'afiat yaa..aamiin Siapa yang suka belanja tunjuk tangan?? mayoritas kaum wanita pasti suka berbelanja ya kan hehe, termasuk saya juga tentunya. Saat masih single, mungkin belanja cermat belum terlalu terpikirkan yaa, tetapi setelah menjadi seorang istri dan ibu, apalagi dengan status single income seperti saya, harus belajar mengelola dana masuk dari suami tercinta dengan sebaik-baiknya..betul apa betul nih.. Kenapa saya bilang berbelanja cermat bukan hemat, kita coba lihat dari segi bahasa yaa..  Pengertian cermat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah "penuh minat (perhatian), seksama, teliti dan berhati-hati dalam memakai uang."  Sedangkan pengertian hemat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah "tidak boros" Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa cermat lebih mengedepankan aspek ketelitian, sedangk...

Tips Memanfaatkan Tunjangan Hari Raya

Gambar
http://aceh.tribunnews.com/2018/05/19/ Assalamualaikum wr wb Apa kabar pembaca blog Ibunarafdan? Semoga senantiasa tercurah dengan nikmat sehat yaa dan semoga ibadah puasa hari ini lancaaar jaya.. Aamiin T_H_R Siapa yang senang mendengar 3 kata diatas tunjuk tangan.. hehe.. Tunjangan Hari Raya (untuk selanjutnya disebut THR) adalah benefit selain gaji bulanan yang diterima oleh pegawai, baik negeri maupun swasta saat menyambut hari raya keagamaan. THR diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan. Peraturan detailnya silahkan download versi pdfnya di  website kemnaker .  Setelah menerima THR, lalu apa yang sebaiknya dilakukan; dihabisakan semua, dipergunakan secukupnya lalu sisanya disimpan, atau bahkan justru disimpan seluruhnya.  Semuanya benar, tidak ada yang salah, karena pengaturan THR kembali kepada kebutuhan dan tujuan keuangan masing-masing kelu...

Tips Menabung

Assalamualaikum, apa kabar pembaca blog ibunarafdan? Semoga senantiasa tercurah nikmat sehat yaa.. aamiin Kali ini saya tertarik mengangkat tema tentang menabung, sebagai reminder diri sendiri dan semoga ada yang terinspirasi melakukan setelah membacanya 😃. Let's start writing Menabung adalah suatu jenis kegiatan menyisihkan atau menyimpan sebagian pendapatan dan biasanya memiliki tujuan tertentu. Media untuk menabung dari mulai celengan hingga menyimpan di bank melalui produk tabungan. Lalu apakah perbedaan menabung dengan berinvestasi. Menurut beberapa sumber yang saya baca (salah satunya  disini ) perbedaannya adalah: Dari segi waktu penyimpanan; Menabung digunakan untuk tujuan jangka pendek sedangkan investasi untuk tujuan jangka panjang Dari segi resiko; Menabung minim resiko tapi hasil yang didapatkan juga kecil, sedangkan dalam investasi kita mengenal kalimat " high risk high return" jadi ada kemungkinan mendapatkan bagi hasil yang tinggi n...

Cara Mengurus Roya Sendiri

Assalamualaikum, apa kabar pembaca blog ibunarafdan? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal'afiat yaa.. aamiin Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengurus Roya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Apa sih Roya itu... Pengertian Roya yang saya kutip dari tanya jawab pada portal hukumonline.com adalah pencoretan hak tanggungan pada buku tanah hak tanggungan di kantor pertanahan karena hak tanggungan telah  hapus. Untuk lebih lengkapnya bisa baca  disini . Sederhananya seperti ini, saat kita mengambil pembiayaan pembelian rumah  (KPR) di Bank, maka rumah yang dijadikan jaminan akan dipasang hak tanggungan oleh bank. Setelah lunas, hak tanggungan tersebut dapat dihapuskan dengan proses yang dinamakan Roya.  Jadi setelah pembiayaan/KPR kita lunas jangan lupa lakukan proses Roya yaa. Insya Allah mengurus Roya sendiri tidaklah sulit, asal dokumen pendukungnya lengkap. Proses mengurus Roya dilakukan di BPN tempat lokasi objek tanah atau bangunan ...

Dana Darurat

Sering dengar istilah Dana Darurat... Apa sih sebenarnya pengertian dana darurat itu.. Yuk kita coba belajar bareng.. Pengertian Dana Darurat seperti disarikan dari berbagai sumber adalah dana yang khusus disiapkan untuk keadaan darurat. Nah keadaan darurat itu yang seperti apa sih, misal na'udzubillahi min dzalik terkena PHK, mendadak harus rawat inap di RS, ada anggota keluarga yang meninggal, ataupun hal-hal yang tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya. Nah karena sedemikian pentingnya, para perencana keuangan merumuskan sejumlah nominal ideal untuk dana darurat tersebut: Status single minimal 3x pengeluaran sebulan Status menikah dengan 1 anak minimal 6x pengeluaran sebulan Status menikah dengan 2 anak minimal 12x pengeluaran sebulan Sebagai ilustrasi, sebuah keluarga dengan 1 anak memiliki kebutuhan perbulan 3 juta. Jadi dana darurat yang harus disiapkan minimal adalah Rp 3 juta x 6 = Rp 18 juta. Wew besar juga ya dana yang harus disiapkan.  ...

Family Forecast 2018... Perencanaan Keuangan Keluarga

Gambar
Menurut google translate, definisi forecast  adalah ramalan atau prediksi. Alasan pemberian judul tulisan ini  Family Forecast adalah prediksi biaya-biaya non rutin dengan nominal material atau cukup besar yang akan kami keluarkan di tahun 2018. Alhamdulillah, salah satu proyek keluarga yang bisa diterapkan mulai tahun ini adalah pembuatan family forecast yang berisi kebutuhan non rutin yang akan kami lakukan tahun ini. Sebelumnya keluarga kami menganut paham " flow with the wind"  aja, tidak ada pembuatan budget khusus untuk biaya lain-lain (kalaupun ada hanya diingat saja tidak dituliskan). Eh ternyata setelah tengah tahun sampai dengan akhir tahun lalu banyak pengeluaran untuk kebutuhan-kebutuhan non rutin yang jumlahnya sangat besar hingga menggerus dana darurat (tulisan saya mengenai dana darurat bisa dibaca  disini ) padahal jika ditelusuri awal tahun sudah bisa diprediksi. Belajar dari pengalaman tersebut, akhirnya pak suami dan saya duduk m...

Cash vs Cashless.. Perencanaan Keuangan Keluarga

Disclaimer: Tulisan ini murni opini pribadi penulis Note: Cashless yang dimaksud dalam tulisan ini adalah uang elektronik (untuk memudahkan, mari kita sebut e-money ) & debit card alias kartu ATM atau uang yang ada di tabungan. Tidak termasuk credit card  karena insya Allah prinsip keluarga kami takut riba, takut hutang konsumtif, dan takut boros. Jika ada yang bertanya, lho uang elektronik kan riba juga karena pakai bank konvensional. Mohon maaf kami menganut paham "kedaruratan" karena masih jarang  e-money keluaran bank syariah dan jikapun ada belum dapat digunakan di e-toll, kereta & Transjakarta. Back to focus Sebagai ibu rumah tangga yang harus mengelola dana masuk dari pak suami, maka harus mengedepankan prinsip rational spending. Sumber dana yang ada dibagi 3: 1. Dana di e-money Biasanya saya minta pak suami untuk kalkulasi berapa kebutuhannya dalam sebulan. Ilustrasi; Naik kereta tiket Rp 5.000,- dan dalam sebulan ada 25 hari kerja. ...

Klasifikasi Pengeluaran Versi Keluarga Kami

Disclaimer: tulisan ini adalah opini pribadi penulis ya Dalam teori perencanaan keuangan, ada klasifikasi pengeluaran yang diatur berdasarkan jenisnya seperti pengeluaran rutin, pengeluaran ziswaf, pengeluaran investasi, dll yang budgetnya biasa ditentukan di awal. Berangkat dari hal tersebut, dalam menunaikan tugas sebagai manajer keuangan keluarga, saya mencoba mengklasifikasikan pengeluaran keluarga kami yang terbagi atas: Pengeluaran Rutin; yaitu pengeluaran yang terdiri dari kebutuhan harian & rutin dikeluarkan tiap bulan, termasuk di dalamnya listrik, biaya kebersihan, biaya pangan, dll.  Pengeluaran hiburan/ pleasure ; yaitu pengeluaran yang bertujuan untuk kesenangan dan hiburan termasuk didalamnya Travelling , makan makan, dll. Pengeluaran Ziswaf; pengeluaran penting sebagai tabungan akhirat kelak, meliputi infak masjid, donasi yang membutuhkan, dll. Pengeluaran untuk tabungan/investasi.  Pengeluaran Lain Lain; pengeluaran yang bersifat tidak ruti...

Emosional spending vs Rational Spending versi ibuna Rafdan

Disclaimer: tulisan ini dibuat berdasarkan opini pribadi penulis ya, jangan dibuat baper 😁 Entah kenapa hari ini kepengen menulis tentang keuangan, tadi siang buat status tentang perencanaan keuangan di FB tiba tiba malam ini dapat inspirasi nulis tentang "emosional spending vs Rational spending" Emosional spending menurut saya adalah pengeluaran yang didasarkan kepada emosional, bisa terkait brand tertentu atau yang sering saya alami sendiri adalah kepingin beli barang karena diskon padahal belum tentu terpakai atau terpakai ya nanti nanti dengan alasan "ah mumpung murah ini" atau makan hanya maunya di restoran tertentu Sedangkan Rational spending menurut versi saya adalah pengeluaran yang terukur, cermat, sesuai kebutuhan, tidak berlebihan dan tidak kekurangan Emotional dan Rational spending kadang bisa berjalan seiringan Sebagai contoh, saat kita berbelanja bulanan. Jika kita sudah membuat daftar belanja dan hanya membelanjakan apa yang sesuai dengan d...